Mendapatkan simpatik dari teman baru memang sangat menyenangkan, namun jika harus bertindak tidak adil dengan teman lama. Hal itu akan menyusahkan dikemudaian harimu.
Kembali lagi nih sama aku, oh iya sebelumnya aku mau ngucapin selamat berpuasa ya bagi teman-teman yang menjalankan ibadah di bulan ramadan.
Maaf, aku baru sempet nulis lagi karena kemarin ada beberapa tugas yang harus diselesaikan dan lumayan memakan waktu.
Hari ini aku mau cerita sedikit tentang bagaimana akitvitas aku saat ini. Sebenarnya, aku sangat senang sih dengan suasana ramadan di Semarang. banyak sekali orang-orang berjualan makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Banyak jajanan, es buah, es kelapa dan paling banyak aku temui disini itu ada penjual petasan. hahaa.. emang engga baik sih kalo main petasan di tempat yang tidak seharusnya.
Lalu, setiap jam mau mendekat jam berbuka puasa nih, jalan di sini itu selalu ramai. pasti jika berangkat mepet ke tempat makan, kalian akan terjebak di jalan. karena itu buat kalian yang menjalankan puasa, sebaiknya berangkat menuju tempat makannya setengah jam sebelum berbuka, biar engga kena macet di jalan. kalo engga ya kalian bisa bungkus makanannya atau berangkat setelah waktu berbuka puasa sudah di mulai.
Gini nih, aku mau sedikit cerita yah. Pengalaman aku dan beberapa teman aku sih. Mungkin hal ini juga terjadi di tempat kalian, terutama di kawasan per-kampusan atau komplek kost-kostan. Beberapa temen aku berpendapat kalo pada bulan ramadan pasti masjid akan ramai dengan orang-orang yang beribadah sholat tarawih, tapi ramainya cuma pada minggu-minggu awal saja. Ada beberapa alasan sih kenapa hal ini sering terjadi.
Pertama, kembali lagi ada dimana kawasan tersebut. jika lokasinya sama seperti komplek saya berada yaitu di kawasan kampus. pasti masjid akan ramai oleh mayoritas mahasiswa dibandingkan dengan penduduk asli. Hal ini dikarenakan jumlah mahasiswa lebih banyak dibanding penduduk asli di tempat tersebut. Misalkan, satu rumah memiliki kost-kostan yang bertingkat dan banyak petak kamarnya, bisa dibayangkan berapa orang yang menempati kamar tersebut. lalu dibandingkan dengan penghuni asli (keluarga pemiliki kost) pasti jumlahnya kan lebih banyak orang-orang yang kost.
Alasan kedua. Kebanyakan masyarakat yang beraktivitas di kawasan seperti ini merupakan penduduk yang tidak tetap. Maksud dari kalimat tersebut yaitu, karena saya berada di kawasan kampus pasti banyak yang beraktivitas di sini namun tidak tinggal untuk menetap. misalnya para mahasiswa. para dosen, para staff bahkan para pedagang dadakan yang berjualan. Masyarakat seperti ini kebanyakan tidak akan seharian berada di tempat, karena mereka memliki aktivitas lain, sehingga kemungkinan mereka tidak meramaikan masjid di daerah ini karena mereka beribadah di tempat atau kawasan mereka sendiri.
Alasan ketiga yaitu, Masjid sering mengadakan buka bersama secara gratis.
namun buka bersama ini kebanyakan diadakan secara besar-besaran saat minggu-minggu awal saja. mereka sudah memperkirakan jika pada minggu ke tiga hingga akhir banyak terjadi penurunan yang datang ke masjid, sehingga mereka berpikir akan mubadzir jika tidak termakan atau bahkan terbuang. saya tau hal ini karena ada banyak warung yang sering jadi langanan pesanan untuk catering berbincang demikian.
Dan alasan terakhir yaitu, banyak masyarakat yang sudah mudik ke kampung halaman. Yap. tidak hanya para mahasiswa saja yang pergi untuk mudik ke kampung halaman masing-masing, namun banyak para pemilik kost yang notabene warga setempat memilih untuk merayakan idul fitri di kampung halaman. Hal ini sudah menjadi tradisi sehingga susah untuk mengubah kebiasaan tersebut.
Sekian tulisan dulu ya, hari ini ada tips dan beberapa kesimpulan dari aku.
No comments:
Post a Comment